Asap Pekat Muncul dari Kolong Jembatan Pemali, Konstruksi Sampai Gosong

BREBES, Warta Brebes – Asap pekat yang membumbung dari kolong Jembatan Sungai Pemali membuat warga dan pengguna jalan Pantura Brebes panik pada Kamis (4/6/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul di bawah jembatan sempat mengancam salah satu akses transportasi terpenting di jalur Pantura Jawa Tengah.

Seorang warga yang melintas menuju pasar pertama kali melihat kepulan asap dari bawah jembatan sekitar pukul 04.00 WIB. Saat mendekati lokasi, warga menemukan api sudah membakar area pembuatan tirai bambu yang berada di kolong jembatan.

Warga kemudian segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes untuk meminta bantuan.

Damkar Bergerak Kurang dari 15 Menit

Petugas Damkar menerima laporan sekitar pukul 04.27 WIB. Tim dari Pos Induk Damkar langsung menuju lokasi dengan satu unit mobil pemadam berkapasitas 4.000 liter.

Faisal, Miftah, Irkham, dan Samuel memimpin penanganan di lapangan. Mereka tiba sekitar pukul 04.40 WIB dan langsung memusatkan penyemprotan air ke titik api agar kobaran tidak menjalar ke bagian utama jembatan.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Brebes, Rafiudin Musa, mengatakan tim berhasil mengendalikan kebakaran dalam waktu sekitar 25 menit.

“Petugas menerima laporan dari warga lalu langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah membakar material bambu untuk pembuatan tirai. Alhamdulillah kami bisa mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas,” kata Rafiudin.

Bambu dan Peralatan Produksi Hangus

Api menghanguskan tumpukan bambu, kursi, meja, serta sejumlah perlengkapan produksi tirai yang berada di lokasi.

Meski api tidak mencapai badan jembatan, panas dan asap meninggalkan bekas hitam pada beberapa bagian rangka baja di bawah jembatan.

Petugas mencatat luas area yang terdampak mencapai sekitar 12 x 8 meter. Hingga kini pihak terkait masih menghitung nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.

Warga Sebut Ada Orang di Lokasi Sebelum Kebakaran

Rafiudin menjelaskan bahwa petugas masih mencari penyebab pasti kebakaran. Namun informasi awal mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang merambat ke material mudah terbakar di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat bambu atau material yang mudah terbakar. Kebiasaan seperti ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Sementara itu, Bambang, warga Desa Pebatan, mengaku menerima informasi dari warga sekitar bahwa beberapa saat sebelum kebakaran muncul, dua orang sempat berada di lokasi kejadian.

“Informasinya ada dua orang yang duduk-duduk di sana sebelum kejadian. Yang terbakar kursi, meja, dan bambu untuk bahan pembuatan tirai,” ujarnya.

Lalu Lintas Pantura Tetap Lancar

Meski kebakaran terjadi tepat di bawah Jembatan Sungai Pemali, arus lalu lintas di jalur Pantura Brebes tetap berjalan normal selama proses pemadaman berlangsung.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kecepatan respons petugas Damkar Brebes juga berhasil mencegah kerusakan yang lebih besar pada jembatan yang setiap hari menjadi jalur utama kendaraan antarkota dan antarprovinsi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di area publik maupun fasilitas vital.

Bagikan: