BREBES, Warta Brebes– Ratusan warga memadati kawasan jalan pantura Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jumat (5/6/2026) siang. Warga dari tiga desa, yakni Desa Grinting, Karangsari dan Desa Kluwut sudah kelewat kesal. Warung aceh Bulakamba di lingkungan pendidikan itu pun jadi sasaran amuk massa.
Warga datang membawa keresahan yang sama. Kekhawatiran terhadap peredaran obat-obatan terlarang yang sudah berlangsung lama tanpa tindakan. Jelas, semakin meresahkan lingkungan sekitar.
Di bawah terik matahari, warga dari Desa Kluwut dan Desa Grinting berdiri di tepi jalan raya sambil membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap peredaran obat-obatan terlarang. Beberapa spanduk memuat pesan kecaman.
Aksi yang semula berlangsung damai itu kemudian bergerak ke sebuah bangunan di kawasan permukiman yang selama ini dikenal warga dengan sebutan “Warung Aceh”. Bangunan tersebut menjadi sasaran kemarahan massa karena lokasi itu menjadi tempat aktivitas peredaran obat-obatan terlarang. Padahal, berada di tak jauh dari SMP Negeri 2 Bulakamba dan SMA Negeri 1 Bulakamba.
Warung Aceh Bulakamba: Keresahan yang Menumpuk
Bagi warga, persoalan ini bukan cerita yang muncul dalam semalam. Mereka mengaku telah lama menyaksikan aktivitas yang dianggap mencurigakan di sekitar lokasi tersebut.
Letak bangunan yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Banyak orang tua mengaku cemas terhadap pengaruh buruk yang dapat mengancam anak-anak dan remaja di sekitar kawasan itu.
Keresahan yang terus menumpuk akhirnya meledak dalam bentuk aksi massa. Warga memilih turun langsung ke lapangan untuk menunjukkan penolakan terhadap dugaan peredaran obat-obatan terlarang yang mereka anggap merusak lingkungan sosial.
Pagar Dirobohkan, Bangunan Dibongkar
Setelah bergerak menuju lokasi, massa merobohkan pagar bambu dan membongkar sebagian dinding bangunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan ratusan warga memenuhi area tersebut sambil meneriakkan tuntutan agar aparat segera mengambil tindakan.
Meski berlangsung dalam suasana tegang, aksi itu tidak memicu bentrokan fisik maupun menimbulkan korban jiwa.
Warga mengaku tidak ingin masalah ini terus berlarut-larut. Mereka berharap langkah yang mereka lakukan dapat mendorong penanganan yang lebih serius terhadap dugaan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah tersebut.
Dalam aksi tersebut, warga juga menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Sejumlah warga menilai laporan dan keluhan yang selama ini mereka sampaikan belum menghasilkan perubahan yang signifikan. Karena itu, mereka meminta aparat hadir dan memberikan kepastian hukum agar keresahan masyarakat tidak terus berulang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan aktivitas yang menjadi sasaran protes warga maupun langkah yang akan dilakukan terkait peristiwa tersebut.
Namun satu hal terlihat jelas pada Jumat siang itu. Bagi warga Bulakamba, persoalan ini tidak lagi sekadar menyangkut sebuah bangunan. Mereka melihatnya sebagai upaya menjaga lingkungan tempat anak-anak mereka tumbuh dan membangun masa depan.







