Dana MBG Tersendat, 50 Dapur Gizi di Brebes Berhenti Beroperasi

BREBES, Warta Brebes – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes menghadapi gangguan serius. Dana operasional MBG yang belum cair membuat puluhan dapur penyedia makanan menghentikan layanan, sementara sejumlah dapur lainnya harus menghentikan aktivitas karena belum memenuhi standar kelayakan.

Akibat kondisi tersebut, ribuan siswa di berbagai sekolah tidak menerima paket Makan Bergizi Gratis mulai Senin (8/6/2026).

Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan sebanyak 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes tidak beroperasi. Dari jumlah itu, 31 SPPG menghentikan layanan karena menunggu pencairan dana operasional dari pemerintah pusat.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, mengatakan hambatan administrasi di tingkat pusat diduga menjadi penyebab keterlambatan pencairan anggaran tersebut.

“Kami mendapat informasi proses transfer dana sedang berjalan. Kami berharap dana segera masuk sehingga operasional SPPG dapat kembali normal,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Bukan Karena Keracunan Makanan

Arya menegaskan penghentian layanan MBG tidak berkaitan dengan kasus keracunan makanan maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menurutnya, BGN tetap menjaga kualitas program dan melakukan pengawasan rutin terhadap seluruh dapur penyedia makanan.

Selain persoalan dana, BGN juga menghentikan sementara operasional 19 SPPG lainnya setelah tim pengawas menemukan sejumlah fasilitas yang belum memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Sebelumnya, pengelola telah menerima kesempatan untuk melakukan perbaikan. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, pengelola belum mampu memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan.

Karena itu, BGN menjatuhkan status suspend hingga pengelola menyelesaikan seluruh perbaikan yang diperlukan.

MBG Brebes Mandeg, Ratusan Siswa Langsung Terdampak

Penghentian operasional dapur MBG langsung berdampak pada sekolah penerima manfaat.

Pihak sekolah berharap persoalan administrasi dan operasional dapat segera diselesaikan agar siswa kembali menerima manfaat program tersebut.

BGN Brebes Perketat Pengawasan

BGN memastikan pengawasan terhadap kualitas makanan dan fasilitas dapur akan terus diperketat.

Arya menyebut Kabupaten Brebes hingga kini belum pernah mengalami kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Meski demikian, tim pengawas pernah menemukan beberapa menu yang tidak memenuhi standar kualitas di sejumlah wilayah seperti Losari, Salem, dan Banjarharjo.

BGN langsung menindaklanjuti temuan tersebut melalui evaluasi dan pengawasan ketat terhadap penyelenggara program.

“Kami ingin memastikan seluruh siswa menerima makanan yang aman, sehat, dan sesuai standar gizi,” tegas Arya.

Bagikan: