BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

Identitas Mayat di Siasem Terungkap, Ternyata Begini

BREBES, Warta Brebes b– Identitas mayat di Siasem terungkap. Korban yang ditemukan tewas di tepi Jalan Luwes-Banjaratma, Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Sabtu (13/6/2026) dini hari, akhirnya mulai menunjukkan titik terang.

Korban diketahui merupakan warga Kota Semarang yang saat ini berstatus sebagai pelajar kelas XI SMA Negeri 3 Brebes. Inisialnya MR.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada keluarganya untuk potong rambut. 

Identitas Mayat di Siasem Terungkap

Korban pertama kali ditemukan warga yang melintas di ruas Jalan Luwes-Banjaratma, Desa Siasem, Kecamatan Wanasari. Saat itu, korban sudah dalam kondisi tak berdaya.

Nyawa korban tidak berhasil diselamatkan saat hendak penanganan di RS Bhakti Asih Brebes. 

Dari informasi yang diperoleh, korban mengalami luka di bagian belakang kepala akibat benturan keras dengan jalan beton.

Selain itu, terdapat luka sayatan sepanjang sekitar lima sentimeter di bagian wajah yang diduga akibat benda tajam.

Korban Pamit Potong Rambut

Sebelum peristiwa itu terjadi, korban berpamitan kepada keluarga pada Jumat (12/6/2026) sore.

Saat itu, MR mengaku hendak memotong rambut. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung pulang ke rumah.

Keluarga yang mulai khawatir mencoba menghubunginya beberapa kali, tetapi tidak mendapat respons.

Hingga, akhirnya ibu korban mengaku sempat mendapat kabar anaknya jadi korban begal

Ibu korban, Vivi, mengaku sempat menerima pesan WhatsApp dari teman anaknya yang menyebut MR menjadi korban begal.
Namun, setelah mencari tahu lebih jauh, keluarga memperoleh informasi bahwa korban diduga terlibat tawuran antarkelompok remaja.

“Saya sempat menelepon beberapa kali, tetapi tidak diangkat. Tahu-tahu ada kabar anak saya dibawa ke rumah sakit,” ujar Vivi.

Polisi Autopsi Korban untuk Ungkap Penyebab Kematian

Kapolsek Wanasari Iptu Joko Widyanto mengatakan Tim Dokkes Polda Jawa Tengah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Menurut dia, autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan mendalami dugaan adanya tindak kekerasan.

“Untuk memastikan kematian korban yang diduga adanya tindak kekerasan dilakukan autopsi. Namun hingga saat ini kami belum memastikan penyebabnya dan masih dilakukan penyelidikan kasus,” kata Joko.

Dugaan Tawuran Remaja Masih Didalami Polisi

Hingga Sabtu malam, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil autopsi.
Penyidik belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban maupun dugaan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

Bagikan: