BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

Harga Bawang Tinggi, Maling Panen Duluan: Bawang Merah Petani Brebes Raib di Sawah

BREBES, Warta Brebes – Harga bawang merah yang tengah merangkak naik ternyata membawa berkah bagi petani sekaligus mengundang ancaman baru. Pencurian hasil panen kembali menghantui sentra bawang merah di Kabupaten Brebes.

Kali ini, nasib nahas menimpa Warnudi (59), petani asal Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes. Empat suwat atau sekitar empat blok tanaman bawang merah miliknya raib dibedol pencuri saat usia tanaman tinggal menunggu hari untuk dipanen.

Peristiwa itu terjadi di lahan persawahan Jalan Yos Sudarso, Pasar Batang, Sabtu (13/6/2026). Lokasi sawah berada di kawasan yang relatif ramai, tepat di belakang Warung Sorsem dan berhadapan dengan Kantor KPU Kabupaten Brebes.

Namun, kondisi tersebut rupanya tidak menghalangi pelaku beraksi.
Bawang Masih Utuh Pukul 01.00 WIB

Warnudi mengatakan dirinya sebenarnya rutin menjaga sawah setiap malam. Namun pada malam sebelum kejadian, ia memilih mengawasi lahan lain yang baru selesai dipanen.

Sekitar pukul 01.00 WIB, ia sempat mengecek tanaman bawang yang menjadi sasaran pencurian. Saat itu, kondisi tanaman masih utuh dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

“Kebetulan malam itu saya tidak jaga di sini. Jam satu dini hari saya cek, bawangnya masih utuh. Tidak ada curiga sama sekali,” ujar Warnudi.

Keesokan paginya sekitar pukul 10.00 WIB, ia datang bersama istrinya untuk menanam timun di sela tanaman bawang. Namun, pemandangan yang ditemuinya membuatnya terpukul.

Empat petak suwatan bawang merah yang semalam masih berdiri tegak sudah hilang tak bersisa. Di lokasi hanya tersisa bekas cabutan dan beberapa daun bawang yang berserakan.

“Kaget saya, lemas rasanya. Mau marah juga bingung,” katanya.

Harga Naik, Pencurian Bawang Merah di Brebes Marak

Menurut Warnudi, bawang merah tersebut sudah tua dan siap dipanen dalam beberapa hari ke depan. Kondisi harga yang sedang bagus diduga menjadi pemicu pelaku nekat beraksi.

Ia memperkirakan pelaku berjumlah lebih dari satu orang karena mampu mengangkut hasil empat suwat bawang dalam waktu singkat.
Fenomena pencurian hasil pertanian sebenarnya bukan hal baru di Brebes.

Sejumlah petani mengaku aksi serupa kerap muncul ketika harga bawang merah melonjak di pasaran.

Pelaku biasanya menyasar lahan yang tidak dijaga dan tanaman yang sudah mendekati masa panen.

Korban Pilih Tidak Melapor

Meski mengalami kerugian, Warnudi memilih tidak membawa kasus tersebut ke kepolisian. Ia mengaku pesimistis pelaku dapat terungkap.

“Sudah lah, biarin saja. Lapor juga percuma, malingnya juga tidak ketangkep. Ujung-ujungnya buang waktu dan tenaga. Mending ikhlas, cari rezeki lagi,” ujarnya.

Ia berharap aparat desa maupun warga dapat meningkatkan patroli malam untuk mengantisipasi pencurian di area persawahan.

“Kalau bisa dijaga terus ya dijaga. Sekali lengah ya habis. Saya sendiri yang ngalami,” katanya.

Petani Dihantui Pencurian Saat Musim Panen

Kasus yang dialami Warnudi memperlihatkan persoalan yang terus berulang di sentra bawang merah nasional tersebut. Di tengah tingginya harga komoditas, petani justru menghadapi risiko kehilangan hasil panen sebelum sempat menikmati jerih payahnya sendiri.

Bagi sebagian petani, pencurian bukan hanya soal kerugian materi. Rasa putus asa akibat pelaku yang jarang terungkap membuat banyak korban memilih diam dan menganggap kejadian itu sebagai nasib.

Bagikan: