Jalan Rusak Karangsambung Jatisawit, Tanam Pohon Pisang dan Sindir Bupati Brebes Lewat Spanduk

BREBES, Warta Brebes – Jalan Rusak Karangsambung Jatisawit berlangsung bertahun-tahun. Pohon pisang tumbuh di tengah jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Karangsambung dan Desa Jatisawit, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes itu. Bukan karena kesuburan tanah, melainkan karena kesabaran warga yang habis.

Sejak Rabu (3/6/2026) lalu, puluhan warga menancapkan pohon pisang dan batang kayu di sepanjang ruas jalan rusak itu.

Mereka juga membentangkan spanduk protes. Lubang-lubang besar, genangan air, dan hamparan batu kerikil menjadi latar aksi yang mereka lakukan.

Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar akses antardesa. Jalan itu menjadi urat nadi aktivitas harian ribuan penduduk. Anak-anak melintas untuk bersekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang membawa barang dagangan, dan pekerja berangkat mencari nafkah.

Namun selama bertahun-tahun, mereka harus berjibaku dengan jalan yang semakin rusak.

Di beberapa titik, lapisan aspal sudah hilang tanpa jejak. Jalan hanya menyisakan bebatuan tajam dan lubang yang menganga. Saat hujan turun, genangan air menutupi kerusakan sehingga pengendara sulit membedakan mana jalan dan mana kubangan.

“Kalau hujan seperti empang. Banyak yang jatuh karena licin dan berlubang,” kata Mastoni, warga setempat.

Warga Singgung Dukungan Saat Pilkada

Kekecewaan warga tidak berhenti pada penanaman pohon pisang. Mereka juga menuliskan sindiran keras dalam spanduk yang dipasang di lokasi.

Salah satu spanduk menyinggung hasil Pilkada Brebes 2024. Warga menulis bahwa Desa Karangsambung memberikan dukungan hingga 85,91 persen kepada Paramitha Widya Kusuma. Angka itu menjadi salah satu perolehan suara tertinggi di Kecamatan Losari.

Namun di mata warga, dukungan politik tersebut belum berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur yang mereka rasakan saat ini.
“Sungguh ironis,” demikian kalimat pembuka dalam salah satu spanduk yang menarik perhatian pengguna jalan.

Menunggu Janji Menjadi Aspal

Menjelang siang, pohon-pohon pisang masih berdiri di tengah jalan. Pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintas di sela-sela batang yang ditanam warga.

Di kejauhan, truk pengangkut barang tampak berguncang ketika melewati hamparan batu dan lubang jalan. Debu beterbangan setiap kali kendaraan besar melintas.

Warga tidak meminta jalan baru. Mereka hanya ingin jalan yang setiap hari mereka gunakan bisa kembali layak dilewati.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes menyatakan akan mengirim tim untuk mengecek kondisi ruas Karangsambung-Jatisawit.

Bagi warga, jawaban itu sudah sering mereka dengar. Yang mereka tunggu sekarang bukan lagi survei, melainkan alat berat dan hamparan aspal yang benar-benar datang ke desa mereka.

Bagikan: