BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...

Jika Salah Kelola, KDKMP Bisa Jadi Bumerang bagi Gerakan Koperasi

BREBES, Warta Brebes – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapat dukungan luas karena membawa misi memperkuat ekonomi desa. Namun, praktisi koperasi Kabupaten Brebes, Ir. Masrukhi Bachro, mengingatkan pemerintah agar tidak melenceng dari prinsip dasar koperasi dalam menjalankan program tersebut.

Menurut Masrukhi, Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan visi yang memberi harapan besar bagi gerakan koperasi saat meluncurkan KDKMP di Jawa Timur beberapa bulan lalu.

BachroDalam pandangannya, arahan itu selaras dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat.

Arah KDKMP Jangan Bergeser

Namun di lapangan, ia melihat arah pengembangan KDKMP mulai bergeser. Fokus besar pada pembangunan gedung, gudang, armada kendaraan, hingga pengelolaan yang melibatkan PT Agrinas dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Tujuannya sangat baik dan saya mendukung sepenuhnya. Tetapi kalau salah kelola, program ini justru bisa menjadi bumerang bagi gerakan koperasi,” kata Masrukhi, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai koperasi tidak seharusnya dibangun dengan pendekatan proyek fisik yang mengandalkan modal besar. Sebaliknya, koperasi membutuhkan ruang usaha yang jelas dan dukungan regulasi yang kuat agar mampu berkembang secara mandiri.

Masrukhi mengingatkan, kegagalan KDKMP nantinya tidak hanya berdampak pada program pemerintah, tetapi juga bisa merusak citra koperasi yang selama puluhan tahun dibangun sebagai wadah ekonomi masyarakat.

“Masyarakat bisa saja menilai koperasi yang gagal, padahal yang bermasalah mungkin desain programnya. Ini yang harus diantisipasi sejak awal,” ujarnya.

Sektor Riil untuk KDKMP

Menurutnya, pemerintah dapat menempuh cara yang lebih efisien dengan memberikan akses usaha strategis kepada koperasi desa. Sejumlah sektor yang dinilai potensial antara lain distribusi pupuk, pangan, gas LPG, pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga sektor pertambangan rakyat yang legal dan terorganisir.

Dengan pola tersebut, koperasi dapat tumbuh melalui aktivitas ekonomi riil tanpa harus terbebani investasi besar pada infrastruktur yang belum tentu sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Soal Regulasi dan Kesempatan

Masrukhi optimistis KDKMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan jika pemerintah konsisten menempatkan koperasi sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima bantuan.

“Kalau pemerintah benar-benar memberi ruang usaha dan memperkuat regulasi yang berpihak kepada koperasi, saya yakin KDKMP bisa berhasil dan memberi manfaat besar bagi masyarakat desa,” tegasnya.

Ia pun berharap Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap skema pengembangan KDKMP agar tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tetap berada di jalur yang benar.

“Koperasi tidak membutuhkan kemewahan. Koperasi membutuhkan kesempatan,” pungkasnya.

Bagikan: