TEGAL, Warta Brebes – Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal KM Anugerah Laut 3 di perairan utara Kota Tegal masih berlangsung. Hingga Sabtu (25/7/2026) malam, 13 orang berhasil ditemukan selamat, sedangkan dua anak buah kapal (ABK) masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
Sebelumnya, kapal penangkap ikan tersebut dilaporkan hilang kontak pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.02 WIB. Belakangan diketahui kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya terbalik di laut.
Berawal dari Kebocoran Kapal
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan hilang kontak dari Satpolairud Polres Tegal Kota pada Sabtu siang.
Kapal yang dinakhodai Nurohman itu terakhir terdeteksi di koordinat 06°38’46.36″ LS dan 109°13’23.20″ BT, sekitar 12 kilometer di utara objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal.
Menurut hasil asesmen PMI Kabupaten Tegal, sebelum komunikasi terputus kapal sempat mengalami kebocoran yang menyebabkan badan kapal miring.
Sumber lain menyebutkan penyebab kapal cumi tersebut oleng lantaran terkena badai menyusul cuaca buruk di wilayah perairan setempat.
Nakhoda juga sempat mengirimkan permintaan bantuan kepada kapal nelayan lain melalui radio komunikasi. Namun, tidak ada kapal yang berada cukup dekat untuk memberikan pertolongan darurat.
Kapal Terbalik Membawa 15 Orang
KM Anugerah Laut 3 membawa 15 orang, terdiri atas 12 anak buah kapal (ABK) dan tiga penumpang.
Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 13 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, dua orang lainnya masih belum ditemukan sehingga pencarian terus dilanjutkan.
Hingga kini identitas dua korban yang masih hilang belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Tim SAR Sisir Lokasi Kejadian
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas USS Pemalang, TNI AL, Satpolairud Polres Tegal Kota, PMI Kabupaten Tegal, HNSI, serta unsur terkait lainnya.
Petugas terus menyisir area sekitar lokasi kapal dilaporkan terbalik, sekaligus memantau kemungkinan keberadaan korban menggunakan koordinat terakhir yang diterima.
Pihak berwenang berharap dua korban yang masih hilang dapat segera ditemukan sehingga seluruh awak kapal dapat dievakuasi.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan gelombang di perairan utara Kota Tegal. (*)


























