BREBES, Warta Brebes – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya. Krisis air bersih di Brebes Selatan mulai terasa. Ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Bantarkawung kini mulai kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur-sumur warga mengalami penyusutan debit, bahkan sebagian mulai mengering.
Wilayah yang terdampak berada di Dukuh Sondari, Desa Pangebatan, serta Dukuh Kosambi, Desa Jipang. Warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski debit air yang tersedia juga terus menurun.
Sumur Mengering, Warga Rela Antre Air
Kasroh (38), warga Dukuh Buaran, mengaku kesulitan air mulai terasa sejak hujan tidak lagi turun pada awal Juni 2026.
Sebelumnya, kebutuhan rumah tangga masih mengandalkan sumur gali di rumah. Namun kini air sumur semakin sedikit dan cepat keruh saat diambil.
“Sebelumnya pakai air sumur, tapi sekarang sudah menyusut. Baru ambil beberapa ember, airnya langsung keruh,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Karena kondisi itu, ia harus beberapa kali mendatangi rumah tetangga yang masih memiliki cadangan air untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.
Kemarau Jadi Penyebab Utama
Sekretaris Camat Bantarkawung, Agus Prasetyo, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sebagian besar warga sebenarnya telah memiliki sumur gali sendiri. Namun kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir membuat sumber air itu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Mayoritas warga memiliki sumur sendiri, tetapi sekarang banyak yang sudah tidak mengeluarkan air akibat musim kemarau,” katanya.
Ia menjelaskan, kekeringan seperti ini hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Minimalisir Krisis Air Bersih di Brebes Selatan dengan Hemat Air
Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan penurunan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi tanda awal meningkatnya ancaman kekeringan di wilayah selatan Brebes.
Menurutnya, kawasan perbukitan menjadi daerah yang paling rentan mengalami krisis air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan wilayah selatan Brebes menjadi daerah yang paling rawan mengalami krisis air bersih saat kemarau berkepanjangan,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air sejak dini agar cadangan air bersih tetap tersedia hingga puncak musim kemarau.
Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang mengalami kekeringan.
Apabila kondisi semakin memburuk, distribusi bantuan air bersih akan disiapkan bagi desa-desa yang membutuhkan.

























