JAKARTA, Warta Brebes — Kepolisian memastikan tidak ada benda mencurigakan berupa bom di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Itu setelah penyisiran menyeluruh oleh tim gabungan Gegana dan Densus 88 Antiteror Polri.
Petugas berhasil mensterilkan area sekolah dari ancaman teror bom dari oknum tidak bertanggung jawab.
Ancaman eror bom ini sempat menggegerkan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Senin, 13 Juli 2026. Penyidik kini mengklaim telah mengantongi identitas terduga pengirim pesan teror bom tersebut.
Kapolsek Jagakarsa Komisaris Polisi Nurma Dewi memimpin langsung penyisiran yang melibatkan personel Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta anjing pelacak (K9). Proses sterilisasi lokasi berlangsung sekitar empat jam.
“Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman,” ujar Kompol Nurma Dewi, Senin, 13 Juli 2026.
Meskipun aman, polisi terus memburu pelaku penyebar ancaman. Hingga kini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi kunci. Saksi tersebut meliputi guru kelas 1 dan staf tata usaha yang menerima pesan teror, serta menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar sekolah.
Identitas Terduga Teror Bom SDN Srengseng Sawah Terungkap
Hasil penyelidikan sementara berhasil mengidentifikasi terduga pelaku penyebar ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Namun, polisi belum bersedia mengungkap identitas pelaku ke publik demi kelancaran proses pencarian.
“Dari identitasnya kami sudah kantongi, ya. Jadi kami sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kami tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu,” jelas Kompol Nurma Dewi.
Menyusul ancaman tersebut, kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 hari ini pulang lebih awal. Aktivitas sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026, masih menunggu hasil koordinasi antara Suku Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“Untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok (Selasa, 14 Juli 2026). Apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik,” tambahnya.
Sebelumnya, kepolisian menerima laporan dugaan ancaman bom sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan MPLS berlangsung. Petugas segera merespons dengan melakukan sterilisasi dan penyisiran di area sekolah.
Tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Densus 88 Antiteror memeriksa seluruh sudut bangunan sekolah. Personel Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga siaga untuk mendukung pengamanan lokasi.
Dampak Teror Bom dan Kelanjutan Aktivitas Belajar Mengajar
Penyisiran yang dilakukan oleh tim gabungan memastikan SDN Srengseng Sawah 15 aman dari ancaman bom. Hal ini memberikan kelegaan bagi siswa, orang tua, dan seluruh staf pengajar. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran dan berdampak pada kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Teror bom di lingkungan sekolah adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

























