BERITA TERBARU
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Kesehatan
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Nyanyian Sunyi Anak Ibu Pertiwi

“Derita mereka juga derita kita, janganlah pandang hina mereka anak yang telah ditinggalkan orang tuanya, karena mereka juga butuh kita dan butuh kasih sayang dari kita, maka janganlah pandang mereka dengan sebelah mata.”__

Oleh : Kang Thohir1

__________

Bumi Pertiwi tempat kita dilahirkan, manusia pada whakikatnya ingin kebebasan dan kenyamanan hidup. Tanpa ada peperangan politik dan hukum yang dipermainkan oleh pejabat yang korupsi.

Anak-anak kehilangan harapan untuk masa depan yang cerah, namun kehilangan suatu kebahagiaan. Karena faktor ekonomi dan kasih sayang orang tuanya, yang telah lama meninggal.

Mereka berjuang mati-matian demi bisa bertahan hidup, dengan mengamen di jalanan dan hidup di trotoar atau di bawah jembatan yang penuh dengan debu dan air mata.

Dipandang sebelah mata, karena tak punya apa-apa, dan dianggap hina oleh orang-orang yang tak punya hati nurani (empati).

Malah bergeming menertawakannya dan dianggap lelucon oleh sebagian orang. Mereka sedang berkerja keras tanpa ada yang peduli, dan tak pernah dihargai sama sekali.

Berkreasi dianggap mencari sensasi tak ada maknawi. Karena tak punya izin usaha dan reproduksi. Hem!

Sedangkan MBG hanyalah ladang bagi orang-orang yang berwatak korupsi untuk memanfaatkan kesempatan itu. Dan anggapan itu berasal dari uang negara, yang berarti uang rakyat juga.
Pada akhirnya MBG itu dibuang sia-sia dan tak ada gunanya, bakal menjadi kotoran ‘tai’ juga. Ah, sudahlah..

Kau ini bagaimana, Tuan?
Lihatlah, mereka?
Anak-anak yang kekurangan pendidikan dan masa depan yang cerah, mereka rela berhenti sekolah untuk mencari kebutuhan sehari-hari sebagai pengamen di jalanan dan juga ada yang jadi pedagang asongan atau pedagang kaki lima, yang sehari-harinya pun tak mesti penghasilannya berapa kadang (tak memenuhi kebutuhan).

Mana keadilanmu, Tuan? Kami butuh kesadaranmu itu.
Jangan dipersulit!
Kami juga butuh itu, uluran tanganmu dan keadilanmu itu.
Ekonomi kian maju dan juga damai.
Ah, entahlah!

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”__ Ir. Soekarno

“Politik yang baik adalah politik yang berpihak pada kebenaran dan keadilan.” __Nelson Mandela

Semoga Indonesia akan membaik dan perekonomian Indonesia kian stabil atau semakin maju, ya Allah…
Aamiin.

Brebes, 23 Juni 2026

  1. TENTANG PENULIS:

    Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.

    Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan). ↩︎
Penulis: Redaksi | Editor: Wasis Waseso
Bagikan: