BREBES, Warta Brebes – Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian Mbah Naruh di hutan Paguyangan memasuki hari kedua. Namun lansia berusia 78 tahun warga Dukuh Kedawung RT 15 RW 03, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes belum juga ditemukan.
Mbah Naruh sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (28/6/2026). Memasuki hari kedua, Selasa (30/6/2026), area pencarian diperluas hingga kebun, semak belukar, aliran sungai, dan kawasan hutan yang berbatasan dengan lahan warga.
Pencarian lansia hilang di Paguyangan itu melibatkan personel BPBD Kabupaten Brebes, Basarnas USS Brebes, TNI, Polri, Pemerintah Desa Wanatirta, Destana, Wipala, RAPI, Redkar, serta masyarakat setempat. Seluruh personel dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sektor-sektor yang belum terjangkau pada hari pertama.
Area Pencarian Diperluas
Petugas BPBD Kabupaten Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.
“Hari ini area pencarian kami perluas. Tidak hanya di sekitar kebun belakang rumah korban, tetapi juga ke jalur setapak, semak-semak, aliran sungai kecil hingga kawasan hutan yang berbatasan dengan lahan warga,” ujarnya.
Menurut Budi, kondisi medan yang didominasi kebun dan vegetasi lebat membuat proses pencarian harus dilakukan secara lebih teliti. Seluruh jalur yang diduga pernah dilalui korban diperiksa satu per satu oleh tim gabungan.
“Kami juga mulai menjajaki kemungkinan korban sudah berada di luar Desa Wanatirta. Semua potensi kami buka karena hingga saat ini korban belum ditemukan,” katanya.
Setiap Informasi Langsung Diverifikasi
Budi menjelaskan setiap laporan atau informasi dari masyarakat langsung diverifikasi sebelum tim diterjunkan ke lokasi.
“Setiap informasi yang masuk kami verifikasi. Setelah itu langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi. Kami tidak ingin ada petunjuk sekecil apa pun yang terlewat,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban diketahui telah lanjut usia dan mengalami kepikunan sehingga arah pergerakannya sulit diprediksi.
“Kondisi korban yang sudah pikun membuat arah pergerakannya sulit diprediksi. Karena itu pencarian tidak hanya kami fokuskan di lokasi awal, tetapi juga memperluas penyisiran sesuai hasil evaluasi di lapangan,” imbuhnya.
Masyarakat Diminta Ikut Membantu
Selain melakukan penyisiran, tim gabungan juga mengimbau masyarakat di Desa Wanatirta maupun desa-desa sekitar untuk ikut memperhatikan apabila melihat seseorang dengan ciri-ciri korban. Koordinasi antarrelawan dan pemerintah desa terus dilakukan agar setiap informasi dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga Selasa sore, Naruh masih belum berhasil ditemukan. Tim gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan sambil memperluas area penyisiran sesuai perkembangan di lapangan.
“Selama masih ada kemungkinan, pencarian akan terus kami lakukan. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat korban agar segera melapor kepada petugas terdekat sehingga bisa segera dilakukan pengecekan,” pungkas Budi.



























