BREBES, Warta Brebes — Suasana religius dan penuh kepedulian sosial mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 10 Muharram 1448 Hijriah di Musholla Al Badriyah, Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Rabu malam Kamis. Dalam momentum tersebut, pengurus musholla menggelar pengajian akbar yang dirangkai dengan santunan kepada 15 anak yatim dan piatu di lingkungan setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus musholla, para sesepuh, pemuda, hingga warga sekitar. Sejak awal acara, suasana musholla tampak ramai oleh kehadiran jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Sebelum memasuki acara inti, panitia terlebih dahulu menghadirkan pra acara yang dimeriahkan dengan penampilan Grup Hadroh MI Islamiyah Grinting. Lantunan shalawat yang dibawakan para siswa menghadirkan nuansa Islami yang syahdu sekaligus menambah semarak peringatan tahun baru Islam di lingkungan Musholla Al Badriyah. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang telah memadati lokasi kegiatan.
Selain penampilan hadroh, pra acara juga diisi dengan penampilan anak-anak Pendagis Musholla Al Badriyah. Penampilan para santri cilik itu menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian kegiatan karena menunjukkan semangat generasi muda dalam memeriahkan syiar Islam. Kehadiran mereka juga menjadi gambaran bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan musholla terus tumbuh dan melibatkan anak-anak sejak usia dini.
Memasuki acara inti, kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Sudrajat. Lantunan ayat suci yang menggema di area musholla menghadirkan suasana khusyuk dan menyejukkan, sekaligus menjadi pembuka yang penuh keberkahan dalam menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pengurus Musholla Al Badriyah, Ustadz Ghofar Arrosyid, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran para jamaah yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran pengurus, para sesepuh, dan para pemuda Musholla Al Badriyah yang telah bergotong royong menyiapkan acara hingga berjalan lancar.
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kebersamaan warga dan pengurus musholla dalam menjaga semangat syiar Islam di tengah masyarakat. Ia berharap momentum Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Grinting. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peringatan Tahun Baru Islam yang dipadukan dengan santunan sosial kepada anak yatim piatu. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting karena tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai, peringatan Tahun Baru Islam yang diisi dengan pengajian dan santunan yatim piatu menjadi contoh nyata bahwa kehidupan beragama di tengah masyarakat dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai sosial. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda rutin yang memberi manfaat luas bagi warga.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah santunan kepada 15 anak yatim dan piatu di lingkungan Musholla Al Badriyah. Penyerahan santunan berlangsung penuh haru dan menjadi wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan bersama.
Bagi panitia dan jamaah, santunan ini bukan sekadar rangkaian acara seremonial, melainkan bagian dari pengamalan ajaran Islam dalam memuliakan anak yatim. Momentum tahun baru Islam pun dimaknai tidak hanya sebagai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Puncak acara diisi dengan Mawaidhah Hasanah oleh Kyai Hendi Sudono, Direktur MBS KH. Mas Mansur Wanasari. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan 1 Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah, menurutnya, bukan hanya berpindah dari tahun lama ke tahun baru, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Ia menekankan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai ruang muhasabah untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperluas kepedulian sosial di tengah masyarakat. Jamaah juga diajak untuk memaknai hijrah sebagai perubahan sikap, akhlak, dan perilaku agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan umat.
Kegiatan Pengajian Tahun Baru Islam dan Santunan Anak Yatim Piatu Musholla Al Badriyah itu berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan hingga akhir acara. Kehadiran jamaah yang membludak, semarak penampilan pra acara, serta santunan bagi anak yatim piatu menjadi gambaran bahwa peringatan 1 Muharram di lingkungan Musholla Al Badriyah tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga sarat nilai dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Musholla Al Badriyah kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pembinaan keagamaan dan penguatan kebersamaan warga. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus upaya membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

























