Ribuan Mangrove Bangkit: Pemalang Lawan Abrasi!

PEMALANG, Warta Brebes — Ribuan pohon mangrove kini menghijau di pesisir Desa Ketapang, Pemalang. Sebanyak 1.000 bibit ditanam serentak, menandai langkah nyata melawan abrasi. Aksi kolosal ini merupakan bagian dari program TNI AD Peduli Lingkungan. Tujuannya jelas, memperkuat pertahanan alam terhadap ancaman gelombang pasang dan perubahan iklim.

Kegiatan yang mengusung tema “Mangrove Tumbuh, Negeri Tangguh” ini mendapat sambutan hangat. Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, memimpin langsung upaya pelestarian ini. Ia didampingi berbagai elemen penting, mulai dari aparat TNI-Polri, perwakilan pemerintah daerah, hingga komunitas peduli lingkungan. Penanaman ini terhubung secara virtual dengan Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya. Ini menunjukkan sinergi lintas wilayah dalam pembinaan teritorial TNI AD di pesisir.

Acara ini dihadiri pula oleh sejumlah tokoh penting. Hadir perwakilan Polres Pemalang, Kejaksaan Negeri Pemalang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang. Camat Ulujami beserta jajaran Forkopimcam juga turut serta. Kehadiran mereka mengukuhkan komitmen bersama untuk kelestarian lingkungan. Dukungan penuh dari masyarakat Desa Ketapang menjadi energi tersendiri bagi keberhasilan program ini.

Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, menekankan pentingnya aksi ini. Ia menyebut penanaman mangrove bukan sekadar seremoni belaka. Ini adalah investasi jangka panjang yang krusial. Mangrove memiliki fungsi vital dalam mencegah erosi pantai. Akar kuatnya mampu menahan hantaman ombak besar. Selain itu, ekosistem laut pun terjaga kelestariannya. Manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir juga menjadi nilai tambah yang signifikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama. Dengan begitu, upaya pelestarian akan membuahkan hasil maksimal. Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif. Kesadaran untuk terus merawat dan menjaga keberadaan mangrove. Harapannya, manfaatnya dapat dinikmati generasi mendatang secara berkelanjutan.

Melalui sambungan video conference, Waas Ter Kasad Bidang Binter, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, turut memberikan arahan. Ia mengonfirmasi bahwa program penanaman mangrove ini adalah agenda rutin TNI AD. Tujuannya untuk mitigasi bencana dan pencegahan abrasi di kawasan pesisir. Mangrove berperan sebagai benteng pertahanan alami yang tangguh. Keberadaannya melindungi pantai dari kerusakan lingkungan.

Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menambahkan, hutan mangrove juga menjaga habitat berbagai biota laut. Hal ini tentu berdampak positif pada kesejahteraan para nelayan. Program penanaman mangrove telah menyasar berbagai wilayah rawan abrasi. Pulau Jawa, khususnya pesisir utara Jawa Tengah, menjadi prioritas utama.

Dengan tertanamnya 1.000 pohon mangrove di Desa Ketapang, Pemalang. Diharapkan kawasan pesisir ini semakin kokoh. Ketahanan terhadap ancaman abrasi semakin meningkat. Sektor pelestarian lingkungan berkelanjutan pun mendapatkan dorongan kuat. Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian TNI dan masyarakat terhadap masa depan bumi.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, dalam menanam pohon mangrove di sepanjang garis pantai pada Senin (25/5/2026).

Bagikan: