PEMALANG, Warta Brebes – Viral video yang menunjukkan dugaan temuan belatung pada menu tempe dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Belik, Kabupaten Pemalang. Video tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah tersebar di media sosial.
Temuan benda putih yang menyerupai belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat distribusi makanan ke SMA Negeri 1 Belik, Kabupaten Pemalang, dihentikan sementara.
Temuan tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026). Benda putih terlihat pada potongan tempe dalam salah satu ompreng MBG yang diterima siswa kelas X.6.
Dalam video yang beredar, terlihat jelas menu tempe yang disajikan di nampan stainless tampak dipenuhi bintik-bintik putih kecil yang diduga belatung. Menu tersebut disajikan bersama sayur wortel dan kuah.
Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah siswa menemukan tempe yang diduga telah berbelatung saat menerima paket makanan MBG. Temuan tersebut kemudian dilaporkan dan menjadi perbincangan di lingkungan sekolah.
Video temuan itu kemudian beredar di media sosial. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai identitas benda tersebut.
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Belik Bidang Humas, Naila Rozanah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, benda serupa hanya ditemukan dalam satu ompreng.
“Betul, kejadiannya Kamis (27/8) di kelas 10.6. Hanya ada satu ompreng yang ada benda seperti itu. Ompreng yang lain aman,” kata Naila, Sabtu (29/8/2026).
Sekolah Langsung Datangi Dapur SPPG
Naila mengatakan, pihak sekolah baru mengetahui temuan tersebut pada Kamis malam setelah informasi beredar. Siswa yang menemukan benda itu disebut sempat merekamnya sebelum melaporkan kepada sekolah.
Setelah menerima informasi, pihak sekolah langsung mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brayan Muluk yang memasok MBG ke SMA Negeri 1 Belik.
Pertemuan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB untuk meminta penjelasan sekaligus membahas langkah berikutnya.
Pada Jumat (28/8/2026), pengelola SPPG kembali datang ke sekolah dan menyampaikan permintaan maaf. Evaluasi juga dijanjikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Sekolah dan pengelola SPPG kemudian sepakat menghentikan sementara distribusi MBG ke SMA Negeri 1 Belik.
“Kami sepakat, MBG kami off-kan dulu, dalam batas waktu tidak ditentukan. Dari SPPG akan evaluasi besar-besaran karena banyak masukan juga,” ujar Naila.
SPPG Sebut Ada Indikasi Telur Lalat
Kepala SPPG Brayan Muluk, Ginanjar Sandika, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, pada hari kejadian pihaknya mengirim 920 porsi MBG ke SMA Negeri 1 Belik.
Dari ratusan porsi tersebut, hanya satu ompreng yang ditemukan memiliki benda putih mencurigakan.
“Kita pengiriman 920, dari 920 salah satu ada indikasi dari telur lalat,” kata Ginanjar.
Meski demikian, Ginanjar menegaskan pihaknya belum dapat memastikan secara pasti asal benda tersebut. Salah satu dugaan sementara berkaitan dengan proses pengolahan makanan.
Ia menyebut kejadian tersebut merupakan kasus pertama yang terjadi di dapur SPPG Brayan Muluk.
“Ini pertama kali terjadi. Dari indikasi dapur kemungkinan lalat itu hinggap saat di dapur,” ujarnya.
Tidak Ada Siswa Keracunan
Pihak sekolah memastikan tidak ada siswa kelas X.6 yang mengalami gejala keracunan setelah menerima menu MBG tersebut.
“Hari Jumat kami tracking, aman-aman saja. Kelas yang bersangkutan tidak keracunan,” kata Naila.
Meski tidak ada laporan keracunan, sekolah meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Evaluasi tidak hanya menyangkut temuan benda asing, tetapi juga kebersihan dan proses pengolahan makanan.
SPPG Brayan Muluk diketahui memproduksi sekitar 3.060 porsi MBG setiap hari untuk 16 sekolah serta Posyandu. SMA Negeri 1 Belik menerima sekitar 920 porsi setiap hari.
Untuk sementara, distribusi MBG ke SMA Negeri 1 Belik dihentikan sampai proses evaluasi SPPG selesai.
Temuan ini menjadi perhatian karena keamanan dan kebersihan makanan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Identitas benda yang ditemukan juga masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

























