TEGAL, Warta Brebes – Peristiwa banjir rob tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengancam simpanan uang tunai dalam jumlah besar. Setumpuk uang terendam banjir rob itu benar kejadian.
Hal itu dialami Ida Murlija (51), seorang dokter umum di puskesmas yang berdomisili di Kabupaten Batang.
Koper berisi uang tunai senilai Rp1,54 miliar miliknya sempat terendam banjir rob. Beruntung, sebagian besar uang tersebut berhasil diselamatkan setelah ditangani Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal.
Didampingi suami dan anaknya, Ida mendatangi Kantor BI Tegal pada Kamis (2/7/2026) untuk mengajukan penukaran uang rupiah yang mengalami kerusakan akibat terendam air.
BI Tegal Periksa Lembar Demi Lembar Uang
Petugas Bank Indonesia memeriksa setiap lembar uang secara teliti untuk memastikan keaslian sekaligus tingkat kerusakannya sebelum menentukan nominal yang dapat diganti.
“Kami merasa sangat terbantu dengan pelayanan penuh dari KPwBI Tegal. Proses pengajuannya ternyata mudah, cukup daftar online dulu melalui aplikasi PINTAR,” ujar Ida.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak seluruh uang dapat diganti. Dari total Rp1,54 miliar, sebanyak Rp1,51 miliar memenuhi persyaratan penggantian sesuai ketentuan Bank Indonesia dan langsung diganti dengan uang rupiah baru yang layak edar.
Begini Syarat Penukaran Uang Rusak di Bank Indonesia
Kepala KPwBI Tegal, Bimala, menjelaskan layanan penukaran uang rusak tersedia secara rutin setiap Selasa dan Kamis.
Namun, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR sebelum datang ke kantor Bank Indonesia.
Menurutnya, tidak semua uang rusak otomatis bisa ditukar.
“Penggantian hanya berlaku untuk uang rupiah asli. Kondisi fisiknya harus tersisa lebih dari dua pertiga dari ukuran aslinya, ciri keasliannya masih dikenali, dan merupakan satu kesatuan utuh dari lembar yang sama,” jelas Bimala.
BI Imbau Masyarakat Tidak Menyimpan Uang Tunai dalam Jumlah Besar
Belajar dari pengalaman tersebut, Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah.
Penyimpanan uang di koper, lemari, maupun tempat lain di rumah memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan akibat banjir, kebakaran, maupun serangan rayap.
Bimala mengajak masyarakat memanfaatkan layanan perbankan agar dana tersimpan lebih aman.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui transfer bank, uang elektronik, maupun QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Penukaran Uang Rusak Tidak Dipungut Biaya
Bank Indonesia memastikan layanan penukaran uang rupiah yang rusak diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun.
Bimala berharap masyarakat semakin peduli dalam merawat uang rupiah karena merupakan simbol kedaulatan negara sekaligus alat pembayaran yang harus dijaga bersama.



























