BERITA BREBES TERKINI
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Atap Nyaris Roboh, Dinding Mulai Lapuk: Siswa SDN Dukuhbadag 01 Brebes Khawatir Belajar di Kelas Rawan Ambruk

BREBES, Warta Brebes β€” Di sebuah ruang kelas di SD Negeri Dukuhbadag 01, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, siswa kelas 6 terpaksa belajar di bawah bayang-bayang ancaman. Di atas kepala mereka, atap yang nyaris roboh hanya ditahan oleh tiga tiang kayu gelugu sebagai penyangga darurat. Dinding-dinding yang mulai lapuk dan runtuh membuat debu beterbangan setiap kali angin bertiup. Saat hujan datang, air pun merembes dari genting yang bocor.

Alesya, salah satu siswi kelas 6, mengaku resah dan cemas setiap kali harus belajar di dalam kelas tersebut. Harapannya sederhana: ruang kelas yang layak.

“Kelasnya pengin di bagusin, ruang kelasnya kaya gini nggak nyaman. Kalau hujan juga ada yang bocor,” katanya, Rabu (14/7/2026).

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh Inayati Husni, wali kelas 6 SD Negeri Dukuhbadag 01. Ia mengaku tidak nyaman saat proses belajar mengajar berlangsung. Selain atap yang nyaris ambruk, tembok yang bolong-bolong membuat ruangan berdebu dan mengganggu konsentrasi siswa.

“Misal malamnya hujan, di sininya sudah banjir (dalam kelas), pagi-pagi yang harusnya kita sudah pelajaran harus bersih-bersih dulu ya ngepel, jadi kehambatnya disitu. Dari bangunan juga takut ambruk, karena kondisinya seperti ini,” ungkapnya.

Saat hujan deras, tidak hanya bocor yang menjadi masalah. Air juga menggenangi ruang kelas hingga ke depan pintu, memaksa guru dan siswa menyisihkan waktu untuk membersihkan genangan sebelum pelajaran dimulai.

Usulan Perbaikan dan Prioritas Revitalisasi

Menanggapi kondisi memprihatinkan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Aditya Perdana, menyatakan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

“Pengalihan proses belajar harus dilakukan ke ruangan yang lebih nyaman. Kami juga akan turun ke lapangan menggali tingkat kerusakan yang terjadi di sekolahan tersebut. Kami juga akan usulkan perbaikan seusai dapodik, baik dengan bantuan revitalisasi pusat maupun dana APBD,” terangnya.

Pihaknya menjamin akan mengutamakan perbaikan sekolah yang rawan bencana maupun rawan roboh. Meskipun SD Negeri Dukuhbadag 01 telah mendapatkan revitalisasi pada tahun lalu, Aditya mengatakan bahwa perbaikan akan dimaksimalkan dalam APBD berikutnya.

Harapan dari Balik Dinding yang Runtuh

Bagi Alesya dan teman-temannya, belajar adalah hak yang tidak bisa diganggu gugat. Namun hak itu sulit dinikmati sepenuhnya ketika rasa aman terusik oleh kondisi bangunan yang tidak layak. Mereka datang setiap pagi dengan harapanβ€”bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk merasa aman di bawah atap yang menaungi mereka.

Di tengah keterbatasan, semangat para siswa dan guru SD Negeri Dukuhbadag 01 tetap menyala. Namun semangat saja tidak cukup. Mereka membutuhkan perhatian, tindakan nyata, dan ruang kelas yang layak untuk mengejar cita-cita. (*)

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso