BERITA BREBES TERKINI
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Kekeringan Meluas, Pemalang Masuk Daftar 3 Kabupaten di Jateng yang Dilanda Krisis Air Bersih

PEMALANG, Warta Brebes – Kabupaten Pemalang masuk dalam daftar tiga daerah di Jawa Tengah yang mulai terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, saat ini lebih dari 16 ribu warga di Jawa Tengah terdampak kekeringan. Sementara Pemalang menjadi salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Meski data rinci jumlah warga terdampak di Pemalang masih dalam proses pendataan, namun laporan kekeringan dari daerah tersebut telah diterima BNPB. Termasuk laporan serupa dari Kabupaten Klaten dan Banyumas.

Kondisi ini menunjukkan ancaman kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Hal ini, seiring minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Pemalang Mulai Rasakan Dampak Kemarau

Masuknya Pemalang dalam laporan BNPB pusat, menjadi sinyal bahwa wilayah pantura dan selatan Jawa Tengah harus waspada. Sebab ada potensi mulai menghadapi tekanan ketersediaan air bersih.

BNPB juga menyebut, perkembangan situasi di Pemalang terus dipantau. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila kekeringan semakin meluas.

Selain Pemalang, dua daerah lain yang telah melaporkan dampak signifikan adalah Klaten dan Banyumas. Keduanya melaporkan total warga terdampak mencapai lebih dari 16 ribu jiwa.

Klaten Terdampak Paling Parah

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan Kabupaten Klaten menjadi wilayah dengan dampak kekeringan terbesar saat ini.

Sebanyak 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa di Kecamatan Kemalang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Empat desa yang terdampak yakni Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.

“Dampak musim kemarau masih menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Klaten. Sedikitnya 3.148 kepala keluarga atau 10.407 jiwa terdampak di empat desa yang berada di Kecamatan Kemalang,” ujar Abdul Muhari, Selasa (14/7/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Klaten telah mendistribusikan 236 tangki air bersih atau sekitar 1,18 juta liter air sejak pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2026.

Banyumas Salurkan Bantuan Darurat

Sementara itu, Kabupaten Banyumas mencatat 1.820 kepala keluarga atau 5.648 jiwa terdampak kekeringan.

Warga terdampak tersebar di enam kecamatan, yakni Purwokerto Timur, Karanglewas, Sumpiuh, Jatilawang, Cilongok, dan Kemranjen.

BPBD Banyumas telah mengirimkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, menggunakan truk tangki dan tandon air.

BNPB Minta Daerah Waspada

BNPB mengingatkan, pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Potensi bertambahnya desa terdampak sangat terbuka apabila curah hujan tetap rendah dan sumber air masyarakat terus menyusut.

Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih serta menjaga sumber mata air yang masih tersedia.

Sementara krisis air bersih Pemalang, masuknya daerah ini dalam daftar wilayah terdampak menjadi peringatan dini. Pemkab setempat harus menyiapkan langkah mitigasi dan distribusi bantuan air bersih lebih cepat sebelum kekeringan berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

Penulis: Baonk Wibowo | Editor: Wasis Waseso