BREBES, Warta Brebes – Pembangunan Jembatan Glempang di Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes hingga kini masih mandek.
Memasuki pertengahan 2026, proyek yang sempat terhenti saat progres mencapai sekitar 80 persen itu belum juga dilanjutkan. Akibatnya, warga masih bergantung pada jembatan darurat berbahan bambu dan papan untuk menghubungkan Kabupaten Brebes dengan Kabupaten Tegal.
Jembatan darurat tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara mobil dan kendaraan angkut hasil pertanian harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Brebes-Tegal belum kembali normal.
Kepala Desa Kaligiri, Rosidin, mengaku hingga kini belum menerima kepastian kapan pembangunan Jembatan Glempang akan dilanjutkan.
“Belum ada info, Mas. Nggak tahu kapan akan dibangun lagi,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (9/7).
Jalur Ekonomi Warga Belum Pulih
Rosidin mengatakan, Jembatan Glempang bukan sekadar penghubung dua desa. Jembatan itu menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian sekaligus akses tercepat masyarakat Sirampog menuju Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
“Jembatan ini jalur ekonomi warga dan juga jalan pintas menuju Tegal yang lebih cepat bagi masyarakat Sirampog,” ujarnya.
Karena hanya tersedia jembatan darurat, warga harus bergantian saat melintas. Lebarnya yang terbatas membuat kendaraan roda empat belum dapat melintas.
Akibatnya, pengangkutan hasil pertanian, kebutuhan pokok, dan mobilitas masyarakat masih terkendala meski pembangunan jembatan sudah dimulai sejak tahun lalu.
Proyek Berhenti Saat Progres 80 Persen
Jembatan Glempang putus akibat bencana pada awal 2025. Pemerintah Kabupaten Brebes kemudian membangun kembali jembatan tersebut melalui APBD dengan anggaran lebih dari Rp1,9 miliar.
Pekerjaan dimulai pada 25 Agustus 2025 dengan target selesai pada 24 Desember 2025.
Namun, proyek terpaksa dihentikan pada 22 Desember 2025 setelah progres fisik mencapai sekitar 80 persen. Hujan deras yang menyebabkan Sungai Pedes meluap menggerus talud pelindung pondasi dan oprit jembatan sehingga pekerjaan tidak dapat diteruskan demi menjaga keamanan konstruksi.
DPU Pastikan Dilanjutkan Tahun Ini
Meski pembangunan masih mandek, Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan proyek tersebut tetap menjadi prioritas.
Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan saat ini pemerintah masih menyelesaikan proses Detail Engineering (DE) sebagai persiapan sebelum pekerjaan konstruksi dilanjutkan.
“Saat ini masih proses DE. Insyaallah tahunnya ini dilanjutkan,” katanya.
Warga berharap janji tersebut segera terealisasi. Pasalnya, Jembatan Glempang merupakan akses vital yang mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan Brebes dan Tegal.
Selama proyek belum dilanjutkan, warga masih harus bergantung pada jembatan darurat yang jauh dari ideal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


























