TEGAL, Warta Brebes – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Tegal mulai menyusun langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital di daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat perdana pengurus Relawan TIK Kabupaten Tegal yang digelar di Cafe Ruang Tengah, Sabtu (18/7/2026).
Pertemuan belasan pengurus itu menjadi momentum awal, sekaligus konsolidasi organisasi setelah kepengurusan resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia pada Mei 2026.
Ketua Relawan TIK Kabupaten Tegal, Maulana Izaki, mengatakan rapat perdana menjadi titik awal untuk membangun organisasi sekaligus menyusun program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Setelah SK kepengurusan terbit, saatnya kami mulai bergerak dan menjalankan program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Maulana.
Menurutnya, Relawan TIK Kabupaten Tegal ingin mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Utamanya, dalam meningkatkan literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat menghadapi era digital.
Siapkan Pengukuhan dan Program Kerja
Selain membahas penguatan organisasi, rapat juga fokus pada penyusunan agenda kerja selama satu periode kepengurusan.
Salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan pengukuhan pengurus yang yang sesuai rencana akan berlangsung pada Agustus 2026.
Maulana menjelaskan, organisasinya akan mendorong berbagai program edukasi digital yang menyasar masyarakat umum, pelajar, pelaku UMKM hingga komunitas.
“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kemampuan digital masyarakat,” ujarnya.
Dorong Literasi Digital hingga Tingkat Akar Rumput
Dewan Pembina Relawan TIK Kabupaten Tegal, Iqbaal Harits Maulana menjelaskan, Relawan TIK merupakan organisasi yang lahir untuk mendukung percepatan transformasi digital melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Relawan TIK di Kabupaten Tegal diharapkan mampu menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Relawan TIK hadir sebagai wadah kolaborasi agar transformasi digital tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga dapat terasa masyarakat hingga tingkat desa,” katanya.
Fokus Keamanan Siber dan Digitalisasi UMKM
Sementara itu, Dewan Pembina Relawan TIK Kabupaten Tegal, Dzulchan Abror, menilai tantangan digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses teknologi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara aman dan produktif.
Karena itu, Relawan TIK akan memprioritaskan sejumlah program seperti edukasi literasi digital, pelatihan keamanan siber, pendampingan UMKM go digital, serta pemanfaatan media digital yang sehat dan produktif.
“Melalui kolaborasi berbagai kompetensi yang dimiliki anggota, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Siap Bersinergi dengan Pemkab Tegal
Dalam rapat tersebut, para pengurus juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak. Baik Pemerintah Kabupaten Tegal, institusi pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut, sangat penting untuk memperluas jangkauan program dan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Relawan TIK Kabupaten Tegal optimistis dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang semakin cakap digital, adaptif terhadap perkembangan teknologi. Serta mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif dan bertanggung jawab.


























