JAKARTA, Warta Brebes– Mantan bek tangguh PSIS Semarang, Roger Bonet, yang akrab disapa Ruxi, akan menjajal peran baru sebagai komentator dalam gelaran akbar Piala Dunia 2026.
Keputusan mengejutkan ini membawanya ke layar televisi Meksiko, negara yang pernah ia bela di kasta kedua sepak bola. Pengalaman unik ini terwujud berkat jalinan relasi kuat yang dibangun Ruxi selama satu musim bersama klub Mineros de Zacatecas.
Kesempatan emas ini datang langsung dari rekan-rekan lama Ruxi di Meksiko. Setelah meninggalkan Liga Indonesia dan sempat membela Madura United, panggilan untuk menganalisis pertandingan sepak bola terbesar dunia ini tak dilewatkan begitu saja oleh mantan penggawa Laskar Mahesa Jenar tersebut. Ruxi tercatat pernah membela PSIS Semarang dalam 20 pertandingan pada musim 2024/2025, sebelum melanjutkan karier di kompetisi lain.
“Di Meksiko saya memiliki banyak teman baik. Sekarang saya diundang ke Piala Dunia untuk berbicara di televisi. Jadi saya pergi ke sana dan menjadi komentator Piala Dunia,” ungkap Ruxi penuh semangat.
Ruxi Siap Beri Analisis Mendalam di Piala Dunia 2026
Peran baru ini selaras dengan ambisi Ruxi untuk meniti karier sebagai pelatih profesional. Saat ini, ia tengah menempuh kursus kepelatihan berlisensi UEFA Pro. Kesibukannya mengembangkan platform analisis taktik sepak bola mandiri juga menjadi bekal berharga dalam kapasitasnya sebagai komentator. Pengalaman bertualang di berbagai budaya sepak bola, termasuk di Indonesia, membuatnya mudah beradaptasi.
“Itulah alasan saya mencoba bermain di berbagai budaya yang berbeda. Bagi saya, beradaptasi cukup mudah. Saya orang yang santai dan tidak banyak masalah,” ujar Ruxi, menekankan keluwesannya dalam menghadapi lingkungan baru. Kemampuannya dalam memahami berbagai gaya permainan dan kultur sepak bola diprediksi akan memberikan perspektif segar bagi penonton Piala Dunia 2026.
Spanyol Dijagokan Ruxi Juara Piala Dunia 2026
Dalam pandangannya mengenai peta persaingan Piala Dunia 2026, Ruxi menjagokan negara asalnya, Spanyol, untuk meraih gelar juara. Ia menilai tim berjuluk La Furia Roja ini memiliki kematangan taktik yang luar biasa.
“Sulit untuk memprediksi Piala Dunia. Ini bukan kompetisi yang berlangsung panjang. Namun, saya pikir Spanyol adalah salah satu tim yang paling siap. Dari segi taktik, mereka adalah tim yang sangat bagus. Para pemainnya telah bermain bersama dalam waktu yang lama,” jelas Ruxi.
Lebih lanjut, Ruxi memuji konsistensi pasukan Luis de la Fuente yang telah lama mengusung identitas permainan menyerang yang kuat. “Kami memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana kami ingin bermain. Kami sudah melakukannya selama bertahun-tahun,” tutupnya.
Kehadiran Ruxi sebagai komentator diharapkan dapat memperkaya wawasan penonton mengenai taktik dan strategi tim-tim peserta Piala Dunia 2026, khususnya dengan latar belakangnya sebagai mantan pemain profesional dan calon pelatih berlisensi.





















