BREBES, Warta Brebes – Sekolah Rakyat Brebes yoleh menjadi salah satu Program Staretgis Nasional (PSN) pemerintahan Prabowo-Gibran akhirnya mulai berjalan di Kabupaten Brebes. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Brebes, Rabu (15/7/2026).
Sekolah berasrama yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, itu akan menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Brebes.
Mengawali MPLS tersebut, para siswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Ini untuk memastikan kesiapan mereka sebelum menjalani pembelajaran penuh dan tinggal di asrama pada akhir Juli mendatang.
Perwakilan Kementerian Sosial RI, Siti Indriasri Oktaviana, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah. Tujuannya, untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Menurutnya, sekolah tersebut tidak hanya menyediakan pendidikan formal. Lebih dari itu, juga pembinaan karakter, penguatan keterampilan hidup, layanan sosial, hingga pengembangan potensi siswa.
“Setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Baru Capai 83 Persen
Kementerian Sosial mencatat pekerjaan pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes oleh Kementerian PUPR telah mencapai 83,27 persen.
Fasilitas yang tersedia dalam pembangunan tersebut, meliputi ruang belajar, asrama, sarana sanitasi, jaringan listrik, penyediaan air bersih, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan memastikan seluruh sarana dasar harus siap sebelum aktivitas belajar mengajar dan kehidupan asrama berjalan penuh.
Selama masa transisi, siswa akan mengikuti MPLS, matrikulasi, asesmen bakat dan minat, serta pembinaan karakter.
Sesuai jadwal, pembelajaran reguler dan aktivitas asrama akan berlangsung mulai pada 31 Juli 2026.
Harapan Baru Anak Keluarga Miskin

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyebut jija kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Brebes.
“Kami ingin memastikan anak-anak memulai pendidikan dalam kondisi sehat, aman, dan siap belajar. Sekolah Rakyat harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, disiplin, dan berkarakter,” ujar Paramitha.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah mendukung operasional Sekolah Rakyat. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur pendukung.
Terapkan Sistem Boarding School
Berbeda dengan sekolah umum, Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama.
Para siswa akan tinggal di lingkungan sekolah dengan pendampingan tenaga pendidik dan pengasuh selama 24 jam.
Selain materi akademik, siswa juga akan mendapatkan pendidikan karakter, literasi digital, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kesehatan, hingga pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba.
Pemerintah berharap model pendidikan tersebut mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap bersaing di masa depan.


























