BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Keuangan
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Pembacokan Satu Keluarga di Brebes: Tiga Korban Dioperasi, Ibu Mertua Pelaku Masuk ICU

BREBES, Warta Brebes – Malam itu, rumah sederhana di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, berubah menjadi tempat yang paling menakutkan di dunia. Bukan karena hantu atau bayangan, tetapi karena seorang suami dan ayah mengamuk membawa sebilah golok—menebas orang-orang yang seharusnya ia lindungi. Dalam hitungan detik, darah mengalir di lantai rumah, dan teriakan memecah sunyi kampung.

Amukan Diska Romadhon (27) terhadap keluarganya menyisakan kondisi serius bagi para korban. Tiga orang dewasa harus menjalani operasi akibat luka bacok di kepala. Satu di antaranya masih berjuang dalam perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Empat Korban dalam Satu Keluarga

Korban yang mengalami luka serius tersebut adalah Fitri Andiani (24), istri pelaku; Taripin (53), ayah mertua pelaku; serta Suripah (53), ibu mertua pelaku. Ketiganya diduga menjadi sasaran pembacokan menggunakan senjata tajam jenis golok.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menjenguk para korban yang menjalani perawatan di RSUD Brebes pada Rabu (14/10/2026) sore. Saat itu, ketiga korban dewasa sedang menjalani tindakan operasi oleh petugas medis.

“Korban pembacokan ada empat. Yang parah tiga, istri, ayah mertua dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi oleh petugas medis.”

Paramitha Widya Kusuma, Bupati Brebes

Selain tiga korban dewasa, seorang balita berusia satu tahun yang merupakan anak pelaku juga menjadi korban. Balita itu mengalami luka sayatan pada sela ibu jari tangan kiri.

Perjuangan Suripah di Ruang ICU

Kondisi Suripah menjadi perhatian khusus tim medis. Perempuan berusia 53 tahun itu mengalami luka serius pada bagian otak sehingga harus menjalani perawatan intensif setelah operasi.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, Aries Suparmiati, mengatakan ketiga korban dewasa sempat dalam kondisi sadar sebelum menjalani tindakan operasi. Setelah operasi, kondisi perawatan mereka berbeda sesuai tingkat keparahan luka.

“Ketiganya sudah menjalani operasi. Untuk istri dan ayah mertua pelaku, saat ini sudah dipindahkan dan menjalani perawatan di Bangsal Sakura. Sedangkan ibu mertuanya masih dirawat di ICU karena mengalami luka serius pada bagian otak.”

Aries Suparmiati, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes

Di tengah aksi kekerasan tersebut, Suripah diduga menjadi korban ketika berusaha melindungi cucunya dari amukan pelaku. Upaya menyelamatkan sang cucu justru membuatnya mengalami luka bacok serius di bagian kepala.

Fitri, istri pelaku, juga mengalami luka pada bagian kepala hingga menyebabkan retak pada tulang tengkorak akibat sabetan golok. Sementara Taripin turut menjadi korban ketika berusaha mencegah aksi kekerasan yang terjadi di dalam rumah.

“Mudah-mudahan operasi berjalan lancar dan mereka kembali sadar dengan kondisi yang lebih baik.”

Aries Suparmiati

Bupati Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan biaya pengobatan empat korban ditanggung Pemkab Brebes. Keputusan itu diambil setelah mengetahui keluarga korban masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Untuk biayanya kami yang tanggung, karena kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS.”

Paramitha Widya Kusuma

Paramitha mengungkapkan, keluarga tersebut masuk dalam desil satu dengan kondisi perekonomian yang sangat terbatas. Keluarga korban juga diketahui tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak, sementara pekerjaan mereka tidak tetap.

“Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap.”

Paramitha Widya Kusuma

Kondisi tersebut membuat Pemkab Brebes turut mempertimbangkan bantuan di luar penanganan medis, termasuk program bedah rumah.

Dipicu Pertengkaran Rumah Tangga

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam. Diska Romadhon diduga membacok istri, kedua mertuanya, serta anaknya yang masih berusia satu tahun menggunakan sebilah golok.

Berdasarkan informasi awal, aksi tersebut diduga bermula dari perselisihan rumah tangga yang dipicu persoalan ekonomi dan pekerjaan. Kapolres Brebes, AKBP M. Ali Akbar, menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka, aksi penganiayaan itu dipicu persoalan rumah tangga.

“Jadi dari pengakuan tersangka, yakni motif dari penganiayaan akibat suami disuruh mencari kerja. Termasuk tersangka tersinggung atas ucapan istrinya yang membuat sakit hati.”

AKBP M. Ali Akbar, Kapolres Brebes

Pertengkaran yang memanas berujung pada serangan menggunakan senjata tajam. Ayah mertua pelaku, Taripin, berusaha mencegah tindakan tersebut, tetapi justru mengalami luka bacok serius di bagian kepala. Fitri yang berupaya melerai juga menjadi sasaran serangan. Suripah turut mengalami luka berat di kepala.

Balita mereka yang saat itu berada dalam gendongan ibunya ikut terkena sabetan senjata tajam pada sela ibu jari tangan kiri.

Pelaku Ditangkap di Kota Tegal

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Warga kemudian mengevakuasi para korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Brebes sekitar pukul 21.45 WIB. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Brebes untuk mengejar pelaku.

Pelarian Diska akhirnya terhenti setelah Tim Resmob yang dipimpin Aiptu Titok Ambar Pramono menangkapnya di wilayah Kota Tegal. Polisi juga menyita sebilah golok yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan tersebut sebagai barang bukti.

Saat ini, Diska masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes. Polisi mendalami motif, kronologi pembacokan, serta keterangan para saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara hingga 15 tahun, sesuai ketentuan hukum yang diterapkan penyidik.

Luka yang Tak Semua Terlihat

Kasus ini menyisakan persoalan serius: konflik rumah tangga yang berujung kekerasan tidak hanya melukai pasangan, tetapi juga menyeret orang tua dan seorang balita ke dalam insiden berdarah di lingkungan keluarga sendiri.

Di RSUD Brebes, Fitri masih terbaring dengan kepala diperban. Taripin di bangsal Sakura, ditemani istrinya yang tak bisa berhenti menangis. Sementara Suripah masih bertarung dengan luka di otaknya—sebuah harga yang harus ia bayar karena mencoba melindungi cucunya dari ayahnya sendiri.

Di luar rumah sakit, warga Randusanga Kulon masih membicarakan peristiwa itu dengan nada gemetar. Malam itu, mereka belajar bahwa kekerasan tak pernah hanya melukai satu orang. Ia melukai seluruh keluarga. Ia melukai seluruh kampung.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso